PUSTAKA > Buku
kembali ke List Buku
 

  

   Link    PDF   
Studi Kinerja Pelayanan Air Bersih PDAM Kabupaten Semarang Penilaian dan analisa kinerja, Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999
Kategori : Buku
Lokasi : Perpustakaan Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), FT Undip, Telp. (024) 70701501
Pengarang : Padmo Malo Rahardjo
Tahun Terbit : Th. 2003
Penerbit : Semarang, Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), FT Undip, 2003
Klasifikasi :
Kata Kunci : Penilaian dan analisa kinerja, Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999
Abstrak :

Air Bersih menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia. Merupakan salah satu “bagian alam” yang tak dapat terpisahkan dari manusia itu sendiri dalam aktifitasnya. Pada tubuh manusia sendiri sebagian besar terdiri dari air. Secara global tubuh manusia dewasa mengandung air sebanyak 65% – 70 % dari bobot tubuhnya. Untuk memenuhi kebutuhan manusia dan aktfitasnya dibutuhkan pengelolaan yang cermat, baik berdasarkan aspek ekonomi dan lingkungan alam. Di Kabupaten Semarang, penyediaan air merupakan salah satu bidang pelayanan paling penting yang diatur oleh Pemerintah kabupaten Semarang melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebagaimana Surat Keputusan Bupati Kabupaten Semarang Nomor 061/0008/2001, bahwa .tugas pokok PDAM adalah menyelenggarakan pengelolaan air minum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mencakup aspek sosial, kesehatan dan pelayanan umum. Dengan fungsi mewujudkan peningkatan pelayanan penyediaan air minum untuk masyarakat Kabupaten Semarang serta meningkatkan kinerja dan menjamin efisiensi berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi.. Pada akhir tahun 2001, populasi penduduk Kabupaten Semarang yang dilayani oleh sistem penyediaan air bersih PDAM telah mencapai 118 ribu jiwa. Sampai akhir tahun 2001 tingkat pemenuhan kebutuhan pelayanan air bersih PDAM baru mencapai sebesar 14,07% dari total populasi penduduk. Sejak tahun 1998 perolehan laba pendapatan terus menurun; sampai pada akhir tahun buku 2001 terjadi penurunan Laba yang cukup berarti, yaitu minus 610,6 juta. Kondisi lainnya adalah PDAM belum memiliki Corporate Plan sebagai pedoman operasi jangka panjang, dan meningkatnya jumlah kehilangan air sampai 42%. Sebagaimana tujuan dari penelitian ini, disamping mencari kebenaran mengenai dugaan tentang menurunnya kinerja PDAM juga berusaha memberikan upaya bagaimana meningkatkan kinerja pelayanan pada tahun mendatang. Untuk mengetahui keberhasilan PDAM dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, maka dilakukan penilaian terhadap kinerja PDAM pada setiap akhir tahun buku (mulai dari tahun 1996 sampai tahun 2001). Sehingga diharapkan dapat ditemukan indikator-indikator kinerja yang lemah atau menurun untuk kemudian dapat diperkuat melalui upaya perbaikan kinerja. Adapun penilaian didasarkan pada analisis data dari masing-masing aspek kinerja, yaitu aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi, dengan metode diskriptif kuantitaif. Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk keperluan analisis tersebut adalah mengacu kepada Kepmendagri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. Dari hasil penilaian kondisi kinerja yang dilakukan, didapat suatu temuan studi bahwa Tingkat Keberhasilan PDAM Kabupaten Semarang mulai  Tingkat tahun 1996 sampai tahun 2001, adalah sebagai berikut :   Tingkat Keberhasilan pada tahun 1996 sampai tahun 1999, Cukup.  Keberhasilan pada tahun buku 2000 dan tahun 2001, Kurang . Oleh karena itu dilakukan upaya untuk meningkatkan kinerja dengan melihat suatu kondisi eksternal di daerah pelayanan. Kondisi ekternal daerah pelayanan banyak ditemui peluang yang dapat mendukung suatu upaya peningkatan pelayanan PDAM, antara lain: kondisi sumber-sumber air yang melimpah, budaya pemakaian air yang berkualitas, kondisi prasarana dan sarana perkotaan yang memadai, dan permintaan untuk menjadi pelanggan PDAM cukup banyak. . Dengan memperhatikan kelemahan-kelemahan kondisi keuangan, operasional dan administrasi serta melihat peluang kondisi ekternal di daerah pelayanan, maka sasaran peningkatan pelayanan air  memperluas bersih PDAM Kabupaten Semarang dilakukan dengan :  pelayanan penduduk, berarti meningkatkan jumlah pelanggan dan volume  menurunkan secara bertahap jumlah kehilangan air, penjualan air. Berarti mengefisienkan biaya operasi dan mengefektifkan pemakaian air  meningkatkan kapasitas produksi, berarti memberikan kontinuitas aliran air dan pemenuhan kebutuhan konsumsi 120 liter/orang/hari dapat terpenuhi. Upaya tersebut diharapkan secara bertahap dapat meningkatkan Laba perusahaan.

Pustaka ini tersedia di Perpustakaan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Telp. (024) 70701501 (Inung)

 
   
 
uploaded : 04-08-2010